Sawarna – Backpacking Trip

Posted: March 1, 2010 in Travelling

What a wonderful long weekend!

Dan long weekend ini semakin indah coz ada kesempatan untuk backpacking-an dengan 8 orang teman yang lain ke Sawarna. Tentu saja tak lupa mengajak si EOS🙂

Jumat, 26 Feb 10, menuju meeting point RSAB HarKit dengan bus 213. Sekitar 8 am, kami berangkat dengan bus ekonomi Merak-Serang. Dari terminal Serang, kami rame2 naik elf tujuan Malingping. Di Elf inilah terjadi ‘tragedi angkot 1’ yg ga perlu diceritakan coz bikin bete abiz. Untuk sampe di desa Sawarna kami harus menyeberangi sungai menggunakan jembatan gantung.

Kami tinggal rame2 di homestay milik Pak Oni, dengan tarif 60rb per orang per malam. Dengan fasilitas alas tidur dan makan 3x sehari, kopi teh dan cemilan. Klo pingin menikmati kelapa muda atau bakso bisa pesan ke warung sebelah.

Minggu pagi, 28 Feb 10, kami meninggalkan Sawarna untuk kembali ke rutinitas Jakarta. Nyaris saja terjadi ‘tragedi angkot 2’; lesson learnt dari perjalanan backpacking ini: klo mo nyarter angkot rame2, nyatakan tujuan akhir sedetil mungkin, bayarlah 50% dari harga deal di depan, dan 50% lagi setelah tiba di tujuan akhir, biar ga dikibulin supir dan kenek angkot (ga semua orang bisa dipegang omongannya).

Ini beberapa hasil hunting selama di Sawarna. Semoga berkenan🙂

Edisi meng-close up bunga2 semak di sepanjang Pantai Ciantir.

*Bunga putri malu ini ternyata indah juga.

*Bunga yang ini entah apa namanya.

perahu-perahu ini..

 

Mencoba mengabadikan landscape pantai Tanjung Layar, pantai Ciantir, dan desa Sawarna.

 

*Batu itulah yang membuat pantai in disebut Tanjung Layar. Mungkin karena bentuknya seperti layar,hehe.

*Akhirnya sunset itu terlihat juga di petang kedua, setelah sehari sebelumnya penantian kami digagalkan oleh hujan.

*Sunrise yang terlihat dari daerah karang2 Tapak Kabayan.

*Mendung sore itu menutupi langit biru.

*Sawah berbatasan dengan pantai. Entah bagaimana ada air tawar untuk menghidupi padi itu. Atau padi bisa tumbuh dengan air payau?

*Kerbau-kerbau ini digembalakan di sepanjang pantai, yang jelas airnya ga bisa diminum dan ga ada rumput yang bisa dimakan. Jadi entah kenapa lewat jalur ini.

Comments
  1. dewi says:

    yihiiii… mangstap sis :thumbup:
    btw, ga ngajak2 siii😦

  2. ardnas20 says:

    sedikit menyesal gak ikutan kemaren….😦

  3. windy says:

    kereen sis…🙂

  4. tota says:

    mba homestay per malam 60 rb per org, itu sdh termasuk makan 3x yah? boleh minta no contact homestay dsana? thanks.

    • siska says:

      Tota itu harga taun lalu, waktu itu sich 60rb udah makan 3x plus cemilan gorengan ma minuman (kopi&teh), ga tau skrg berapa, sayang nya ga bisa confirm coz nomer nya dah ga disimpen nich…maaf ya, coba browsing lagi review yg lebih update.

  5. imamtho says:

    mampir ah mba Sis…
    asyik juga lokasinya…tapi sayang banget gak bisa gabung sama temen-temen KPC untuk kesana bulan depan😦

    Oh ya, asyik banget tuh foto yg kerbau-kerbau disamping pantai itu…

  6. Putry Malu says:

    tk ad yank s’indah melainkan k’indahan alam ynk d’ciptakan Allah SWT.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s