Sore yang mendung di cafe buku ‘AllAboutBooks’.
Vidania and Arianty tengah menikmati cangkir kopi pertamanya.
“Vi, kenapa ya makin kesini gw berasa makin ga klik ama dia? It doesnt feel right anymore.”
“Hmm.. emang remote tipi pake klak-klik segala, Ar.”
“Yeee….”
“Emang gimana ceritanya bisa begitu?”
“Awalnya sich berasa normal2 aja. Emang ga ada yang sparking like a firecrackers sich. Dalam perjalanan waktu, it’s just getting worst, he makes everything felt as it was just coincidence, instead of a miracle. He makes me feel like a peasant, instead of a princess. Even when he talks about the future, it seems like more burden gonna fall into my shoulder. He is not a good listener at all, klo gw cerita apa gitu bawaannya langsung counter cerita tentang dirinya..arrgghh!”
“Hmm…”
“Ah, kok ham-hem doank. Serius nich.”
“Begini lho, ada 3C yg semestinya dipertimbangkan sebelum memilih ‘bersama’ atau berkomitmen dengan seseorang.”
“3C apaan, Vi?”
“Compatibility, Chemistry, Connectivity.”
“Bisa aja loe bikin istilah… Maksudnya?”

“Satu-satu ya… Compatibility atau Kecocokan bisa diartikan sebagai kemiripan pilihan lifestyle dan value antara dua orang. Orang2 dengan perbedaan ekstrim dalam hal gaya hidup dan nilai-nilai dasar hidup nya sangat tidak mungkin untuk berpasangan. Kemiripan ini sangat diperlukan untuk terbentuknya hubungan jangka panjang antara dua orang. Inget peribahasa ini kan, ‘Birds with the same feathers flock together’? Cuma orang-orang dengan kemiripan pemikiran tentang nilai-nilai hidup nya yang bisa gaul bareng. Klo dasar nilai2 yg kita pegang kagak sama or kagak mirip or bahkan berlawanan ya jadinya debat mulu ga abis2nya, ga ada titik temunya. Gimana mo nyaman barengan ma orang yang disagree mulu ma kita or yang silently disagree.”

“Yup, bener, tapi terkadang setelah beberapa saat bersama baru kita menyadari ternyata ada banyak hal yang enggak kompatibel dengan pasangan kita. Dan kesadaran yang terlambat ini bener2 bikin masalah. Trus klo kemestri?”

“Chemistry itu ikatan emosional yg terbentuk antara dua orang. Ikatan emosional ini yang menimbulkan rasa nyaman dalam kebersamaan, saling berempati, saling bisa memberikan tanggapan positif yang makin meningkatkan kedekatan. Dengan ikatan itu, saat sedang terpisah, masing2 akan saling kepikiran. Semakin tinggi tingkat keterikatan, semakin ‘kecanduan’ lah kedua pihak untuk bisa bersama. Serasa dunia milik berdua, dan waktu terasa berlalu terlalu cepat saat sedang bersama. Dan jadi terlalu mudah untuk bilang cinta dan bla..bla..nya.
Chemistry ini semacam reaksi yg terjadi di otak kita. Entah apa yang membuat chemistry ini muncul, tapi kita bisa merasakannya begitu bertemu dengan orang yang tepat. Klo emang di antara kalian berdua ga ada reaksi itu, kayaknya susah ya, coz menurut gw itu semacam default setting di otak gitu. Chemistry itu penting banget untuk urusan di kamar setelah kalian nikah. Yang bahaya dengan ‘chemistry’ ini jika bagian otak yang mengendalikan nya collided dengan bagian otak yang berurusan dengan addiction, then setelah semua harus berakhirpun pun ga akan semudah itu melupakannya. Sekalipun dengan tingkat chemistry yang berbeda, kamu masih tetap bisa menerima  orang itu. Bahkan bisa aja sich orang nikah hanya sekedar karena mereka cukup compatible, tapi tanpa level chemistry yang cukup, jadinya ya kayak tanda tangan kontrak doank, kewajiban doank, sekedar status, hubungan yang seadanya. Memang nggak masalah suatu hubungan dijalani tanpa chemistry jika disepakati kedua belah pihak, tapi jika satu pihak mulai merasakan emptiness a.k.a kekosongan , di situlah mulai muncul persoalan. Hambar. Garing bo!… as dry as Sahara desert, then one hour of togetherness feel like a century. ”

“Iya Vi, gw tau banget bagian itu, sampe keabisan bahan omongan, bahkan berasa lebih nyaman sendiri daripada bersamanya.”

“Hahaha… parah loe, Ar. Tetapi sebaliknya kalo tingkat chemistry yang tinggi dengan compatibility rendah, juga ga ok lho. Hubungan yang kayak gini membuat mu merasa sangat menginginkannya sekaligus membencinya. It’s felt so right and so wrong at the same time. Rantai penyiksaan emosional yang membuat mu tak berdaya. Sekalipun akhirnya kamu bisa melepaskan diri, kamu ga akan pernah bisa melupakannya. Tragis. But chemistry can fade away through times, as our cells keep regenerating each day. Nothing can beat the power of time. Perubahanlah yang abadi, sist.”

“Aduh Vi, kok hubungan dua orang aja seribet itu ya…”

“Mo dibikin ribet or enggak kan pilihan Ar, mo ditelaah mendalam, or sekedar go-with-the-flow terserah yang ngejalanin kan?”

“Masih ada C yang ke tiga tadi Vi?”

“Connectivity itu kemampuan dua pihak tadi untuk mengkomunikasikan segala sesuatu dalam hubungan itu. Keterhubungan ini penting untuk membangun suatu relasi, untuk mendorong terbentuknya emosi positif, untuk meningkatkan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan keadaan, mempertahankan kesaling-pedulian…halah….”

“Hmm..kayaknya emang tidak ada cukup 3C untuk bertahan dengan ini,Vi…”

“Ya…terserah penilaian loe. Ga ada Mr Perfectly Right di dunia ini lho, so sometimes you gonna get trouble with your set of high standards. Bukan enggak mungkin, tapi berat juga menemukan orang yang tepat yang bersamanya ke-3C -an itu terpenuhi semua pada level tertingginya, yahh yang pas-pas aja lah. Tapi juga jangan ngasal ya. Marriage is a choice kok, don’t feel like you were rushed by external pressure. Toh, you can still survive without marriage. Enjoy aja! Segala sesuatu indah pada waktunya kok.. dan percayalah all the way lead to the one God had prepared for you. Tetaplah berdoa, sist.”

“Wacana loe enlightening bgt Vi, thanks ya…”

Sore berganti malam, rintik hujan mulai turun.

*Our heart got hardened through times, bittered by memories, but keep the faith that His touch can surely change this bitter to sweet as He can make crooked paths straight, raise valleys, and lower mountains.

Quote

Posted: January 12, 2012 in Personal

“Have you fallen in love with the wrong person yet?”
Jace said, “Unfortunately, Lady of the Haven, my one true love remains myself.”
“At least,” she said, “you don’t have to worry about rejection, Jace Wayland.”
“Not necessarily. I turn myself down occasionally, just to keep it interesting.”

― Cassandra Clare, City of Bones ―

Ngadi Saliro

Posted: November 2, 2011 in Personal

lagi hobi memanjakan diri nich, jadi nyoba2 berbagai rekom temen

1. singogar – stadela
therapist rate: 8 (out of 10)
service rate: 50.000 IDR / 1 hour 10 minutes (exclude tips)
room cleanliness and comfort: 6

2. salon twin – gdc
therapist rate: 6 (out of 10)
service rate: 30.000 IDR / 30 minutes (exclude tips)
room cleanliness and comfort: 8

3. bu beda – citayam
therapist rate: 8 (out of 10)
service rate: 120.000 IDR / 3 hour (massage plus lulur)
room cleanliness and comfort: house call

4. pijat mandiri*
therapist rate: ?? (out of 10)
service rate: 70.000 IDR / 1.5 hour (exclude tips)
room cleanliness and comfort: house call 0217711212

5. aoki- apartment Margonda*
therapist rate: ?? (out of 10)
service rate: 50.000 IDR / 1 hour (exclude tips)
room cleanliness and comfort: ??

6. Rumah Cantik Citra – Tebet
[ http://rumahcantikcitra.co.id/berasjepang/rumah-cantik-citra/jakarta ]
Akhirnya kemarin (16-Jan-12) sempat juga nyicipin RCC Tebet yang baru bareng temen.
Ngabur jam 4 sore, jam 4.40an dah sampe sono.
Prosedur seperti yang di RCC Depok dulu, beli produk 60rb dapat massage.
Beda ama RCC Depok yang gaya kraton, desain interior yg di Tebet agak2 girlie, dg pinky2 disana-sini.
Klo datang hari senin ternyata antrian ga panjang, nyaris ga ada.
Pas kita datang ada 5 orang, sementara kamar terapi nya ada 8!

Dianter nyimpen barang di loker, langsung ke kamar terapi yang privat banget
Sebelum massage pake acara di cuci kaki dulu lho,
direndam air anget yang dikasih bathsalt wangi ama jeruk nipis,
terus dicuci ma bathfoamnya citra, baru discrub ama peppermint-salt
Kaki langsung berasa fresh

Lanjut dg sesi massage yang gabungan beberapa metode massage
Mbak2 terapisnya imut2 tapi tenaganya mantap2 ternyata
Pijatannya berasa pas aja gitu
Nyaman bgt suasana kamarnya, tenang dg alunan musik2 klasik relaksasi.

Selesai sesi massage, terus shower dengan air hangat dan bathfoam nya citra
Terus dikasih handbody untuk dipake seluruh tubuh
Dan penutupnya segelas wedang jahe.
Langsung ilang dech pusing2 dan pegel2!

*: baru mo dicoba

Ranca Upas & Situ Patengan

Posted: July 25, 2011 in Travelling
 

Ciwidey Trip, 23-24 Juli 2011

Ada tawaran trip asik nich: yoga plus ng-camp. Berhubung udah lama ga ngerasain ng-camp, dan belum pernah yoga tapi pingin tau kayak apa sich yoga itu, langsung sign-in dech.

Mulai nich ngecek weather forecast nya Ciwidey, menurut http://www.meteolive3d.com/weather-forecast.asp?city=Ciwidey&id=231144 katanya nya sich klo malam sekitar 24 deg C, jadi mungkin bawa jaket yang ga terlalu tebel kali ya (*ternyata ini big NO2x, duingin bangett ternyata di bumper ranca upas)

Kepikir mo bawa sleeping bag sendiri juga, tapi kok kayaknya ribet, kan ntar udah disiapin disono, jadinya ga di bawa dech (*another big NO2x, sleeping bag yang disediain tidak memberi kehangatan yang kubutuhkan untuk melawan dinginnya ranca upas)

 

Ngecek jadwal Krl hari sabtu, berhubung berangkatnya dari meeting point jam 7, masih bisalah pake kereta 5.30 (*ternyata kereta pagi itu telat 10 menit, berakibat 7 kurang 15 baru sampe Sudirman, padahal nunggunya dari jam 5.10..hadeh)

Berkumpullah kita di meeting point Sudirman, dan ternyata 7.16 baru berangkat pake Starbus, supirnya namanya pak Bambang.

 

Starbus yg kita pake

Berhubung tadi bangun jam 4, begitu perjalanan dimulai, menyentuh kursi bus dan merasakan dinginnya ac, lelap dech sampe Ciwidey, jadi ga banyak yang bisa diceritakan gimana di jalannya.. :D

Jam 11 kita sampe dech di Saung Sari untuk makan siang. Sambil menunggu jam 12 untuk lunch berputar2lah disekeliling Saung Sari untuk moto2 kebun stroberi. Pengalaman dari acara ke Kawah Putih bulan lalu ternyata stroberi itu ga tahan lama meski dimasukin kulkas, jadi ga pingin belanja oleh2 stroberi lagi.

stroberi tumbuh di pot

 
 

kebun stroberi di saung sari

 
 

ulat bulu yang lucu, tapi tak mau ku menyentuhmu :D

Horee…akhirnya jam 12 datang juga. Makan..makan…!!!

menu makan siang di saung sari

Dari Saung Sari perjalanan lanjut ke Situ Patengan, sebuah danau di kaki Gunung Patuha (gunung di Bandung Selatan, tinggi 2.386 meter, kawahnya bernama Kawah Putih). Melewati hamparan menghijau perkebunan teh PTP.Nusantara VIII Rancabali.
Di Situ Patengan, banyak banget kios2 penjual oleh2. kayaknya boneka kaki lagi ngetrend nich, abis tiap kios pasti ada :D

Legenda Situ Patengan

Keterangan Situ Patengan menurut papan pengumuman di atas plus komentar tambahanku…:)
Berasal dr bhs Sunda Pateangan-teangan (saling mencari).
Mengisahkan cinta putra prabu & putri titisan dewi yg besar bersama alam, Ki Santang (a.k.a Raden Indrajaya, keponakan Prabu Siliwangi, Raja Pajajaran ) & Dewi Rengganis (putri dari Kerajaan Majapahit).
Mereka berpisah utk sekian lama (terpisah akibat Perang Bubat yang melibatkan Kerajaan Pajajaran dan Majapahit, kemudian mereka saling mencari) dan akhirnya dipertemukan kembali di sebuah t4 yg skrg dinamakan Batu Cinta.
Dewi Rengganis pun minta dibuatkan danau dan perahu untuk berlayar (matre amat nich putri, ini mah bukan cinta sejati klo pake acara minta ini itu…:P). Perahu inilah yg sampe skrg mjd sebuah pulau berbentuk hati (Pulau Asmara/ Pulau Sasaka).
Menurut cerita ini yang singgah di batu cinta dan mengelilingi pulau Asmara akan senantiasa mendapat cinta abadi seperti mereka.
Luas danau: 48 ha
Luas twa: 17 ha    

Tapi lebih suka yang versi ini sich (*at least yang satu bikin danau, yg satu bikin perahu, jd fifty2x :) ):
Mereka berdua saling mencari, sedemikian sedihnya menangislah Dewi Rengganis hingga terbentuk danau/ situ Patengan (*nangisnya kayak apa yach?). Untuk mencapai tempat sang putri, Kian Santang membuat perahu.
Mereka bertemu di Batu Cinta dan live happily ever after (*halah!), perahu Kian Santang berubah menjadi Pulau Sasaka.

Beberapa teman yang jago nawar mulai nego harga sewa perahu ke Pulau Cinta (*pulau???).
Akhirnya berhasil dech dapat harga 15 rb per orang. Berlayarlah kita ke Pulau Cinta (*sekali lagi, kok bisa pulau sich??? :D )….
Sampelah kita di lokasi batu cinta…(wealah, ternyata batu begini doank tho, kirain bentuk lop2an gitu…:D)

Ini lho yang disebut batu cinta (*trus napa? :p)

 
Legenda Batu Cinta
Keterangan Batu Cinta menurut papan pengumuman di atas.
Di kaki Gunung Patuha yang udaranya sejuk serta panorama alamnya indah, terbentang sebuah danau.
Konon danau ini mengisahkan dua insan yang telah lama berpisah (Ki Santang dan Dewi Rengganis).
Karena asmara yang begitu dalam akhirnya mereka dipertemukan kembali di sebuah t4 yg sampe skrg di sebut Batu Cinta.
Batu inilah yang menjadi saksi dipertemukannya kembali cinta mereka.
 
 

Situ Patengan dari lokasi sunset yoga

Situ Patengan dari kebun teh seberang

 

Bunga Sepatu di dekat batu cinta

Ada perkebunan teh juga disitu, tampaknya tak terawat, abis sampahnya dimana2…(haduh, bapak2, ibu2, mbok klo berwisata jangan buang sampah sembarangan)

Menjelang jam 3 kita balik ke bis untuk ganti kostum, trus lanjut dengan sunset yoga di sisi tepi Situ Patengan.
Seru ini pertama kali aku beryoga. Gerakannya ga bikin keringatan tapi kerasa banget di otot2.
Guru yoga-nya namanya mas Omar.

Mas Omar, sang guru yoga

Sesi yoga satu berakhir, hari menjelang malam; berangkatlah kita dengan bus ke bumper Ranca Upas.

Sampe di Ranca Upas, wew..banyak juga yang ng-camp; parkirannya bus nya rame euy… Tenda dan sleeping bag udah disediakan, kamar mandi umumnya pake air panas alami; mandi..mandi…!!
Jalan sekeliling tenda menuju kamar mandi gelap euy, musti nebeng senter temen nich.

Malamnya abis makan malam, kita ngemil jagung bakar sambil berapi ungun; bintang gemintang begitu indah di langit kelam tapi dinginnya ga nahan nich, pake jaket dobel ma sarung, dah ga niat ngeluarin kamera lagi, hehe.. Baru jam 9 langsung dech masuk tenda.Brrr…
Namun saking duingiinnya dan sleeping bag ga banget buat nahan dingin, jadi kebangun2 terus.

tenda kita... (kita??? :d)

 
 

Sleeping bag sewaan..tampak kuat tapi tetep bikin kedinginan

Malam itu dah kebayang ntar pagi mo hunting berkas2 sinar mentari yang menerobos pepohonan, tapi alamakkk saat pagi tiba ternyata duinginnnya minta ampun, udah ga sanggup ngeluarin badan dari sleeping bag; bablas tidur lagi aja ahh…:D. Jadi tripod batal kepake deh.

Hutan Ranca Upas saat matahari telah terlalu tinggi

 
 

Bintang pagi di Ranca Upas :D

Jam 7.30 setelah sarapan, minum bandrek (minuman tradisional Sunda dari jahe, gula merah, dan rempah2) dan matahari mulai memanaskan bumper, barulah kita beryoga pagi. Bener2 seru gerakannya, bisa nich ngebentuk badan klo rutin; tapi klo gabung member gym dan bayar setaun, waduh ga yakin dengan konsistensiku…:D
Abis yoga baru dech mandi pake air panas alami :)

Bumper Ranca Upas..ada danau2an nya

 

Bumper Ranca Upas, view di samping tenda nich

Rencananya mo trekking di kebun teh Walini, tapi itu kebun teh rame banget, lagian udah jam 11, udah terlalu panas untuk trekking; lanjut dech ke Bandung.
Jalan2 di Dago, makan siang di Ampera-Dago, trus belanja oleh2 di Primarasa Kuningan: bolen apel favoritku :D
Oleh2 done, mari kembali ke Jakarta…. tidurr…

Eh, cepet ternyata 7.45 pm dah sampe Jakarta. Sippp, bisa pulang pake krl lagi nich.
Perfect timing KRL nya…:D

Lesson learnt dari trip kali ini:
-why..why kok ga bawa sleeping bag sendiri???
 Yg disediain perhutani kurang bisa menyimpan panas, bikin ga bisa tidur karena tetep kedinginan sepanjang malam (tambahan yg perlu dibawa: kaos kaki dan jahe wangi).
-bisa2nya ga bawa senter..hiks.
 Jalan sekeliling tenda menuju kamar mandi gelap, musti sibuk cari pinjeman tiap mau ke km.
-ngapain bawa tripod klo ga dipake neng? berat2in bawaan euy..

But overall, trip kali ini asik dech…:)

Free E-book

Posted: July 11, 2011 in Uncategorized

Since I got my e-reader, then I started collecting free download classic e-book..:)

This is some of the source:

1. Project Gutenberg http://www.gutenberg.org/wiki/Main_Page

2. Girlebooks http://girlebooks.com/ebook-catalog/tag/free-ebooks

3. Open Library http://openlibrary.org/

4. Planet E-books http://www.planetebook.com/free-ebooks.asp

5. Obooko http://www.obooko.com/index.html

Mirror Lock-Up (MLU)

Posted: July 8, 2011 in Photography

Lagi cari review tentang RC-6 nya Canon, trus nemu dech komen ini: “When operated by the remote the mirror lockup custom function is essentially ignored, unless the RC-6 is set to a 2 second delay. This means it is not possible to use the RC-6 as one would the shutter button or a cable release, i.e. one press to lockup the mirror and another to release the shutter, in this sense the RC-6 adds nothing over the internal camera timer with MLU enabled.” (http://reviews.warehouseexpress.com/0124-en_gb/1519993/reviews.htm)

Muncullah pertanyaan tentang MLU. Apa sich MLU?

“Mirror lock-up (often abbreviated to MLU) is a feature employed in many Single Lens Reflex (SLR) cameras.” (http://en.wikipedia.org/wiki/Mirror_lock-up)

Apa sich maksudnya MLU dan apa gunanya?

“…sharpness can be improved by locking up the mirror prior to taking the exposure. What this means is that by pressing a button, (or regrettable in some cases a sequence of buttons), the mirror is locked in the “up” position before the exposure is taken.” (http://www.luminous-landscape.com/tutorials/understanding-series/mirror-lock.shtml)

Klo di Eos 500D, berdasarkan manual nya, begini cara mengeset MLU-nya:

http://gdlp01.c-wss.com/gds/6/0300002246/01/eosrti-eos500d-imh-en.pdf

Kesimpulan: RC-6 nya lum kebeli juga gara2 malah baca tentang MLU…:D

SA – old memory

Posted: July 7, 2011 in Travelling
scrapped memories
old pics
recycle stories
whatever u wanna call it.. it was still there…
unrecognized piles though

View from Joburg office window

Jacaranda tree in Rhema Church parking lot

 

Pink Roses in front of Joburg office

 

White lion next to our car @LionParkJoburg

 

Giraffe @Pilanesberg

 

National Museum Pretoria - entrance

 

Gold Reef City - Joburg

 

View from Apharteid Museum to Goldreef themepark

 

Mandela Square - Joburg

 

Suncity - the way to artificial beach - Joburg

Belitung in Pics

Posted: July 7, 2011 in Travelling

Pantai Batu Kodok

 

Sparkling algae di pantai Batu Kodok

 

Bintang laut @pantai Batu Kodok

Kampung nelayan Tanjung Binga

 

Pulau Batu Layar

 

Pulau Batu Layar wider view

 

Duo bintang laut @Pulau Pasir

solitaire @Pulau Pasir

Batu burung @Pulau Burung

 

Pulau Burung

Asty @Pulau Burung

 

Mercusuar @Pulau Lengkuas

 

Upper door Pulau Lengkuas Lighthouse

 

Perahu @Pulau Lengkuas

 

Batu berasap @Pulau Lengkuas

 

View from the lighthouse upper window @Pulau Lengkuas

 

Asty @Pulau Lengkuas

 

Arifin Putra & Mario @Pulau Lengkuas

 

Mercusuar berbalut awan @Pulau Lengkuas

 

halaman samping Grand Pondok Impian saat laut surut

 
 

Pantai Bukit Berahu

 

Akar menggenggam pasir @Pantai Bukit Berahu

 

Laskar Pelangi shooting area

 

'snow-like view' @ex-tambang kaolin

Nokia 2700 Classic 2MP camera:

Jakarta - Banjir Kanal

Jakarta - Banjir Kanal

Jakarta - Banjir Kanal

Jakarta - Buildings

Jakarta - Buildings

Jakarta - Buildings

 

Kawah Putih 25Jun11

Posted: June 27, 2011 in Travelling

Berangkat sharing taxi dari depok jam 4.30 ke meeting point di BNI 46; jam 5.20 udah sampe ke meeting point yg penuh dengan bis2 dari rombongan lain. Fiuh …ternyata hari ini anak2 sekolahan udah pada libur, pantesan banyak yang jalan2. Rombongan kami malah belum ada yang nonggol, akhirnya telpon sana sini.

Jam 5.35 baru dech bus kami datang. Laks dari Gamya, supirnya pak Ridwan L. Sarapan nasi uduk kotak yang dibagi2 di bus. sampe jam 6.20 baru dech rombongan berangkat padahal udah diwanti2 jam 6 teng bakal berangkat, tapi budaya ngaret emang masih berlaku.

Jalanan lumayan lancar, sampe di daerah Kopo baru deh bus jalan merayap. akhirnya jam 10.30 sukses sampe dilokasi parkir kawah putih, yang kemudian dilanjut pake angkot ke lokasi kawah putihnya. di lokasi parkir ini ada pasar suvenir dan makanan.

Kawasan parkir dan pasar suvenir Kawah Putih

dan sekali lagi, ini musim liburan sekolah, jadinya lautan manusialah yang kami temui di kawah putih. mulai dari pintu gerbang nya sampe ke lokasi kawah penuh dengan manusia. ada banyak pedagang juga di lokasi kawah, mereka menjual belerang cair maupun serbuk yang katanya bisa menyembuhkan penyakit ini dan itu, juga banyak yang menjual masker untuk menyelamat kan diri dari bau busuk sulfur.

Welcome gate Kawah Putih

Stone with welcome message engraved

Lautan pengunjung di Kawah Putih

Si kecil menuruni tangga menuju kawah

Narsis di tengah kawah

Mencari objek di antara ranting kering

Ranting yang mulai menghijau

setelah cukup berbagi cerita di kerumunan, foto2an narsis karena bingung mo moto apa. jam 13.00 kami kembali naik angkot ke lokasi parkir bus. kegiatan berlanjut dengan belanja stroberi di pasar suvenir sebelum lanjut untuk makan siang di sindang reret -ciwidey. dalam perjalan menuju resto jalan ciwidey cukup macet gara2 ada nikahan yang pake jaipongan di panggung, pengantin dan penyanyinya joget di panggung, penontonnya meruah menutupi jalan..*hadeh teganya bersuka cita ditengah sekian kilometer kemacetan jalan raya.

Strober di pasar Kawah Putih

Sampe di sindang reret ciwidey, ternyata makanan yang udah dipesen dari tadi pagi belum juga beres. akhir kami menunggu cukup lama untuk bisa makan makanan yang udah dipesen. ini salah satu menunya: timbel nasi komplit ayam.

Nasi timbel ayam komplit

perjalanan dilanjut dengan belanja oleh2 di primarasa dan shopping di jalan riau. Makan mie kosok dulu di samping The Summit. Trus yang lain lanjut shopping baju dkk, aku memilih tidur di bus aja, abis ga mood belanja2 baju saat udah kecapekan. 

jam 22.30 sampe di BNI 46 lagi, sambil nebeng bus yang mo pulang poll, kami turun di arah ciganjur, baru dech naik taxi dari situ sampe rumah. Home sweet home babe…. Nite-nite.